Profil Organisasi

STRUKTUR DAN PELAYANAN

Tugas pokok dan fungsi Dinas kebersihan dan Kebakaran Kota Pangkalpinang adalah membantu Walikota dalam menyelenggarakan sebagian urusan rumah tangga kota guna melaksanakan kewenangan otonomi daerah di bidang Kebersihan dan Kebakaran di lingkungan pemerintah kota berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Walikota sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Pangkalpinang Nomor 7 Tahun 2008 tentang Struktur Organisasi Kota Pemerintah Kota Pangkalpinang, Dinas Kebersihan dan Kebakaran dibagi kedalam 4 bidang yaitu Bidang kebersihan, Bidang Pengelolaan Sampah, Bidang Pemadam Kebakaran dan Bidang Sarana dan Prasarana.

Pelayanan Dinas Kebersihan dan Kebakaran

BIDANG KEBERSIHAN

1. Kegiatan Pengumpulan sampah:
a. Penyapuan, untuk jalan protokol serta kawasan khusus, kegiatan penyapuan telah dilaksanakan dengan baik sesuai rute yang telah ditetapkan
b. Pencangkulan dan penebasan rumput, dilakukan pada sisi kanan dan kiri jalan. Mengingat luasnya area pelayanan serta meningkatnya permintaan pelayanan dari masyarakat, maka tenaga/petugas lapangan perlu diadakan penambahan secara proporsional.
c. Pengerukan pasir, dilakukan pada daerah yang rawan penumpukan pasir yang diakibatkan oleh aktifitas kendaraan/transportasi darat.
2. Kegiatan Pengangkutan sampah dari sumber sampah ke Tempat Pembuangan akhir (TPA) sampah dengan menggunakan :
a. Dumptruck, untuk kawasan pasar, pertokoan serta beberapa kawasan pemukiman yang dilakukan door to door, kecuali di Kelurahan Asam dan Pasar Pagi, 2 (dua) unit dump truck menunggu sampah )transfer) dari motor sampah.
b. Amroll truck, untuk kawasan pasar, daerah padat penduduk serta beberapa kawasan yang harus dilayani khusus seperti di RSUD Depati Hamzah, RS. Bhakti Timah dan RSK. Bhakti Wara.
c. Motor sampah, untuk mengangkut sampah di kawasan yang tidak terjangkau oleh dump truck yang di gang-gang sempit pada daerah pemukiman padat.
d. Mobil Toilet, untuk mendukung even-even yang melibatkan masa besar, seperti pameran, pesta rakyat, pertemuan-pertemuan dan sejenisnya, baik yang dilaksanakan oleh pemerintah maupun pihak swasta.
Seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan masuknya desa Selindung ke Wilyah Kota Pangkalpinang, maka pelayanan penangkutan sampah perlu ditingkatkan melalui pengadaan sarana pengangkutan baru, terlebih beberapan kendaraan yang ada seudah berada di atas umur masa pakai.
3. Kegiatan Pemusnahan sampah meliputi:
a. TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sampah di Parit Enam. Pada akhir semester II 2009 pekerjaan peningkatan level TPA Parit Enam dari Open Dumping menjadi Sanitary Landfill sudah selesai dilakukan dan akan dilakukan serah terima dari Satker P2LP Propinsi Kepulauan Bangka Belitung kepada Dinas Kebersihan dan Kebakaran Kota Pangkalpinang.
b. Untuk mendukung operasional TPA Parit enam menjadi Sanitary Landfill, diadakan penambahan alat berat berupa 1 unit Excavator (PC).
c. Guna meningkatkan peran serta masyarakat dan kecamatan, dibangun bangsal kompos di 5 kecamatan.
d. IPLT (Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja ) yang berlokasi bersebelahan dengan TPA Parit enam, saat ini belum beroperasi.
4. Partisipasi Masyarakat :
Dalam mendukung dan mempertahankan PIALA Adipura yang sudah dicapai 3 tahun berturut-turut parsipasi masyarakat dalam membersihkan dan menjaga kebersihan lingkungan sudah relatif lebih baik namun kalau dikur dari persentase jumlah pendudukan Kota Pangkalpinang masih kecil, beberapa lembaga masyarakat, Sekolah, Perguruan Tinggi dan instansi pemerintah telah berpartisipasi dalam menjaga dan membersihkan lingkungan dan memberikan beberapa fasilitas dan peralatan kebersihan di Kota Pangkalpinang. Sementara indikator kesadaran masyarakat dalam mengikuti gotong royong masih relatif kecil dan dibandingkan dari tahun ke tahun sudah ada pengikatan masyarakat untuk aktif bergotong royong.
Guna menumbuhkan kesadaran masyarakat kota Pangkalpinang dalam hal kebersihan sejak usia dini, telah dilakukan rangkaian Lomba kebersihan tingkat SD, SMPA, SMA/SMK, Kantor Instansi, Kantor Kelurahan dan Lingkungan Kelurahan pada bulan November 2009.
5. Prestasi:
Prestasi yang telah dicapai dalam upaya pengelolaan lingkungan hidup khususnya dalam pengelolaan kebersihan lingkungan, telah diterimanya PIALA ADIPURA dari Presiden Suslilo Bambang Yodoyono selama 3 (tiga) tahun berturut-turut yaitu I tahun 2007 dan yang kedua tahun 2008 dan yang ke-3 tahun 2009 yang diserahkan langsung oleh Presiden pada tanggal 5 Juni 2009 di Istana Negara Jakarta.

BIDANG KEBAKARAN

1. Angka Kejadian Kebakaran selama semester II tahun 2009 meningkat sangat tajam dan mencapai puncaknya pada bulan September 2009 sebanyak 46 kejadian kebakaran. Total kejadian kebakaran tahun 2009* sebanyak 82 kali kejadian kebakaran, meningkat dari tahun-tahun sebelumnya.
2. Distribusi kejadian kebakaran di Kota Pangkalpinang tahun 2009* kejadian paling banyak adalah kebakaran hutan/lahan kosong sebanyak 57 kejadian dan rumah 12 kali kejadian. Hal ini menggambarkan perlu ditingkatkannya partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungannya, karena sebagian kejadian tersebut menimpa lahan kosong yang tidak terawatt disekitar pemukiman warga.
3. Kejadian kebakaran terbesar adalah hutan dan ini merupakan dampak dari fenomena alam El Nino yang menyebabkan suhu di musim kemarau meningkat secara drastic dan memicu terjadinya kebakaran lahan. Penyebab terjadinya kebakaran yang paling besar berikutnya adalah arus pendek listrik, hal ini disebabkan oleh pemadaman bergilir yang dilakukan PLN.
4. Tanggap Kebakaran Tim Pemadam Dinas Kebersihan dan Kebakaran Kota Pangkalpinang baik seperti terlihat dari waktu tanggap rata-rata ± 10 menit.
5. Kejadian kebakaran di Kota Pangkalpinang semester I tahun 2009 dapat diatasi oleh Tim Pemadam Dinas Kebersihan dan Kebakaran Kota Pangkalpinang dengan rata-rata waktu pemadaman ± 25 menit dan tidak terdapat korban jiwa.
6. Partisipasi masyarakat membantu penanganan kebakaran cukup tinggi, namun partisipasi untuk memiliki tabung racun api sebagaimana diamanatkan Perda Nomor 05 Tahun 2009 masih rendah.
7. Terjadinya kerjasama lintas instansi dalam usaha pemadaman kebakaran seperti terlihat dari partisipasi Unit Pemadam Kebakaran PT Timah dan Pemprov Kepulauan Bangka Belitung, Kepolisian, Tagana hingga ke tingkat Kecamatan.
8. Dengan jumlah penduduk ± 180.000 jiwa, berdasarkan standar pelayanan kota Pangkalpinang seharusnya dilayani oleh 5 unit Mobil Pemadam (Fire Truck) dengan 30 orang Petugas. Pada kenyataannya saat ini baru terpenuhi 3 unit fire truck 1 unit Fire jeep dengan 22 orang Petugas Pemadam Kebakaran (73,3 %).

Responses

  1. apakah sampah yg ada d TPA diolah lagi atau memang sudah menjadi Tempat Pembuangan Akhir dri sampah” yg ad d pangkalpinang?

    • sampah yang dibawa ke TPA hanya sebagian kecil yang sudah diolah. yaitu sampah organik yang diolah menjadi kompos dibangsal kompos TPA.
      sedangkan untuk sampah anorganik dimanfaatkan oleh pemulung.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: